💬
ARTIKEL ISLAMI

Saling Tolong-Menolong dalam Kebaikan

Kajian mengenai pentingnya saling membantu dalam kebajikan dan ketakwaan berdasarkan Al-Qur'an serta penjelasan para ulama.

Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan manusia hidup di muka bumi dalam bentuk kehidupan yang majemuk, berada di tengah masyarakat, satu sama lain saling melengkapi kebutuhan orang lain. Kita tidak hidup sendirian di muka bumi, karena Allah tahu kita tidak bisa memenuhi kebutuhan kita jika kita sendirian.

Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, hidup suatu tradisi dan adat yang sangat indah dan dilestarikan keberadaannya oleh islam, yaitu tradisi tolong-menolong. Dalam lingkup keluarga semisal orangtua menolong anaknya untuk berkembang dengan baik, serta anak menolong orangtua dalam pekerjaan rumah sehari-hari. Dalam lingkup masyarakat, satu sama lain saling menolong ketika tetangga membutuhkan bantuan, meringankan kesulitan yang dihadapi, serta memudahkan urusan kebaikan sehari-hari.

Karena bagusnya tradisi ini, yang sudah ada sejak manusia pertama yaitu Nabi Adam berada di muka bumi, Allah syariatkan kita semua untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan, Allah juga berikan balasan kebaikan pahala yang besar jika kita rela mengorbankan sedikit dari diri kita untuk membantu orang lain.

Firman Allah Ta'ala
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
QS. Al-Mā'idah : 2

Penjelasan Imam Qurthubi Al Maliki

Imam Qurthubi Al Maliki menjelaskan:

يُعِينُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَتَحَاثُّوا عَلَى مَا أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى وَاعْمَلُوا بِهِ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ وَامْتَنِعُوا مِنْهُ

“Perintah tolong-menolong bermakna saling membantu dalam ketaatan, saling memotivasi untuk melaksanakan perintah Allah, serta bersama-sama menahan diri dari larangan-Nya. Penjelasan ini menegaskan pentingnya mewujudkan kerja sama nyata dalam kebaikan.”

Penjelasan Ibnu Katsir Rahimahullahu

Ibnu Katsir Rahimahullahu menjelaskan ayat ini:

قال ابُنُ كَثِيرٍ يَأْمُرُ تَعَالَى عِبَادَهُ الْمُؤْمِنِينَ بِالْمُعَاوَنَةِ عَلَى فِعْلِ الْخَيْرَاتِ، وَهُوَ الْبِرُّ، وَتَرْكِ الْمُنْكَرَاتِ، وَهُوَ التَّقْوَى، وَيَنْهَاهُمْ عَنِ التَّنَاصُرِ عَلَى الْبَاطِلِ، وَالتَّعَاوُنِ عَلَى الْمَآثِمِ وَالْمَحَارِمِ

“Melalui ayat ini Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin untuk saling tolong-menolong dalam perkara kebaikan, dimana itulah esensi dari kebaikan. Serta Allah juga memerintahkan kita untuk menjauhi perbuatan kemunkaran, dimana ini adalah asas dari ketakwaan. Sebaliknya, Allah melarang kita untuk saling membela dalam urusan kebatilan serta mengulurkan tangan dalam merajut jaring keburukan dan dosa.”

Penjelasan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz juga memberikan keterangan untuk ayat ini:

وَالْمَعْنَى احْذَرُوا مَغَبَّةَ التَّعَاوُنِ عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ، وَتَرْكِ التَّعَاوُنِ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَاقِبَةِ فِي ذَلِكَ شِدَّةُ الْعِقَابِ لِمَنْ خَالَفَ أَمْرَهُ، وَارْتَكَبَ نَهْيَهُ، وَتَعَدَّى حُدُودَهُ.

“Seseorang harus waspada terhadap dampak buruk dari saling mendukung dalam dosa dan permusuhan, serta meninggalkan tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Jika nekat melakukan yang demikian, maka dapat berakibat pada siksaan berat bagi orang yang melanggar batasan Allah serta menerjang larangan-Nya.”

Berdasarkan ayat yang telah kita simak dan penjelasan para ulama di atas, maka poin besar yang dapat kita ambil adalah disyariatkannya saling tolong-menolong dalam kebaikan. Bentuk tolong-menolong ini sangatlah luas dan tidak mungkin seluruhnya disebutkan satu per satu, namun dapat kita lihat dalam berbagai aktivitas keseharian.

Misalnya ketika di lingkungan tempat tinggal diadakan kerja bakti memperbaiki jalan yang rusak. Kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat agar dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Maka ikut berpartisipasi dalam kerja bakti seperti ini merupakan salah satu bentuk pengamalan dari ayat yang mulia tersebut, selama tidak meninggalkan kewajiban lain yang lebih utama.

🌿

Hikmah

Islam mengajarkan agar seorang muslim menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi orang lain. Setiap bantuan yang diberikan dalam rangka kebaikan merupakan amal yang dicintai Allah Ta'ala.

Sebaliknya, Allah juga melarang kita untuk saling membantu dalam perbuatan dosa dan kemaksiatan. Bahkan Allah memperingatkan adanya ancaman yang berat bagi orang-orang yang saling mendukung dalam keburukan.

Sebagai contoh, apabila masyarakat diminta ikut membantu terselenggaranya suatu acara yang jelas mengandung kemaksiatan, maka seorang muslim hendaknya menahan diri dan tidak ikut mengambil bagian di dalamnya. Hal ini merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dan pengamalan firman-Nya agar tidak saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.

Semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa saling tolong-menolong dalam kebaikan, saling menguatkan dalam ketakwaan, serta menjauhkan kita dari segala bentuk kerja sama dalam dosa dan kemaksiatan. Aamiin.

Penulis : Ustadz Dany Indra Permana, S. Si., M.H. (Dewan Pengawas Syariah Baitul Maal MPD - Yayasan MPD Peduli)

MPD PEDULI

Mari Ambil Bagian dalam Kebaikan

Setiap bantuan yang kita berikan dapat menjadi jalan hadirnya manfaat bagi saudara-saudara yang membutuhkan. Mari bersama MPD Peduli menghadirkan lebih banyak kebaikan untuk umat.