๐Ÿ’ฌ
ARTIKEL MPD PEDULI

Menjadi Pribadi yang Bermanfaat bagi Sesama

Menebar kemanfaatan, menjemput pertolongan dan keberkahan Allah.
Menjadi Pribadi yang Bermanfaat bagi Sesama

Pembaca sekalian, yang semoga senantiasa dirahmati dan diberkahi oleh Allah taโ€™ala. Kami ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah unik namun sarat tentang pelajaran, tentang bagaimana Allah menolong seseorang di saat terpepet, karena sebab kita senantiasa menolong dan bermanfaat bagi orang lain di kala lapang.

Diceritakan kepada kami oleh seorang asatidz yang cukup terkenal di kota Jogja. Suatu saat beliau berkesempatan untuk membimbing jamaah umrah, pada saat itu masih awal-awal sampai kota Madinah. Ketika selesai orientasi dan memperkenalkan ada tempat bersejarah apa saja yang ada di sekitar masjid Nabawi, beliau ingin mengambil dompet dari dalam tas tentengnya. Ternyata qadarullah tas tentengnya tidak ditutup dengan rapat, sehingga dompet dan seluruh isinya berupa uang, ATM, SIM, data pribadi, serta KTP hilang.

Beliau berdoa meminta kepada Allah agar diberikan kemudahan, sembari coba mencari-cari selama 2 hari di jalan yang dilewati kemarin. Qadarullah sampai hari harus pindah ke kota Makkah ternyata dompet dan isinya tidak ketemu.

Setelah berpindah ke kota Makkah, menyelesaikan umrah, serta sudah mendekati kepulangan, tidak ada kabar apa pun dari dompet tersebut. Sampai akhirnya beliau pulang ke Indonesia.

Setelah sampai rumah di Jogja, tiba-tiba ada nomor Saudi menelepon, beliau angkat, dan yang berbicara adalah seorang anak muda asal Indonesia yang saat ini bekerja di toko kurma di dekat masjid Nabawi. Anak muda ini menemukan dompet sang ustadz yang jatuh beberapa hari setelah orientasi.

Luar biasanya lagi, ternyata anak muda ini tinggal tidak jauh dari rumah orang tua sang ustadz, di pinggiran kota Jakarta. Sang anak muda ini juga sudah merencanakan kepulangan untuk liburan di Indonesia. Sehingga akhir kisah, sang ustadz bertemu anak muda ini tidak jauh dari rumah orang tuanya, dan semua isi dompetnya seperti SIM, ATM, KTP tidak ada yang hilang satu pun, bahkan satu riyal pun tidak hilang.

Pembaca sekalian, mungkin bukan hanya sang ustadz yang pernah mendapatkan pertolongan Allah pada saat yang genting tersebut, dalam suatu keadaan di mana logika manusia sudah berhenti dan tidak bisa lagi mencari solusi, ketika hanya menyerahkan urusan dan pertolongan kepada Allah yang dapat kita lakukan. Anda yang membaca ini juga mungkin pernah mengalami keajaiban yang semisal, yaitu Allah tolong dalam keadaan yang sudah tidak ada lagi jalan keluar.

Pertolongan Allah ini, bukan hal yang datang tiba-tiba, akan tetapi ini adalah hal yang ditanam dan dipupuk jauh-jauh hari. Melalui kebaikan dan kebermanfaatan yang senantiasa kita sebar ke segala penjuru arah. Lewat pertolongan dan manfaat yang kita tanam pada masa lapang kita.

Hal ini selaras dengan hadits Nabi shollallahu โ€˜alaihi wasallam,

ุงู„ู„ู‡ู ูู‰ู ุนูŽูˆู’ู†ู ุงู’ู„ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุจู’ุฏู ูู‰ู ุนูŽูˆู’ู†ู ุฃูŽุฎููŠู’ู‡ู
โ€œAllah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.โ€ (HR. Muslim)

Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong dan memberikan kebermanfaatan bagi orang lain, siapa pun itu, tentunya dengan cara yang baik dan hikmah.

Menebar kemanfaatan di mana pun kita berada, juga merupakan suatu hal yang Allah puji semenjak zaman dahulu kala. Allah mengisahkan tentang Nabi โ€˜Isa โ€˜Alaihissalam

ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽู†ูู‰ ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒู‹ุง ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูŽุง ูƒูู†ุชู
โ€œDan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada.โ€ (QS Maryam ayat 31)

Dalam banyak tafsir disebutkan bahwa Allah memberikan gelar mubarokan kepada Nabi โ€˜Isa โ€˜Alaihissalam dikarenakan beliau adalah Nabi yang senantiasa menebar manfaat kepada siapa pun dan di mana pun. Menunjukkan kepada kita pula bahwa jika kita ingin hidup dalam keberkahan dari Allah, maka tebarlah kemanfaatan.

Keberkahan adalah salah satu pasukan Allah di muka bumi, yang membuat segala hal yang dihinggapi keberkahan akan membuat hal tersebut menjadi baik. Harta jika dihiasi dengan keberkahan akan membuatnya cukup meskipun kebutuhan banyak, membuatnya mudah digunakan untuk ketaatan, serta sulit digunakan untuk maksiat. Keluarga jika dihiasi dengan berkah akan menjadi keluarga yang dekat dengan ketaatan, cinta kasih, serta anak keturunan yang sholih sholihah. Ilmu yang dihiasi keberkahan akan membuahkan amal sholeh yang ikhlas, dan semisalnya.

Tebarlah kemanfaatan dengan apa pun yang Allah anugerahkan kepada Anda. Jika Allah anugerahkan banyak rezeki kepada Anda, sisihkanlah sedikit untuk membantu fakir miskin sekitar rumah Anda, bantulah masjid, biayai penuntut ilmu, dan semisalnya, jadikan ada bagian harta Anda yang bermanfaat agar seluruh harta tersebut diberkahi. Jika Allah anugerahkan Anda dengan kecerdasan dan hafalan yang baik, bagikanlah ilmu itu kepada orang-orang yang ingin belajar, kenalkan Allah, Rasul-Nya, dan Islam kepada mereka, dengan begitu kecerdasan Anda akan diberikan berkah. Dan semisalnya.

Maka, jadilah Anda diberkahi di mana pun Anda berada, dengan senantiasa menebar kemanfaatan kepada siapa pun dan di mana pun, dengan dilandasi ilmu dan hikmah.

Penulis Ustadz Dany Indra Permana, S. Si., M.H. (Dewan Pengawas Syariah Baitul Maal MPD - Yayasan MPD Peduli)