Sejarah Berdiri
MPD Peduli berawal pada tahun 2017 sebagai bidang sosial Masjid Pogung Dalangan (MPD) yang berfokus pada upaya menebar manfaat bagi masyarakat sekitar. Program pertama yang dicetuskan adalah “Tebar Sembako” untuk warga Pogung Dalangan dan “Wakaf Community”, yaitu penyaluran bantuan wakaf untuk masjid lain dan masjid binaan. Gagasan ini muncul dari semangat jamaah MPD untuk menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kepedulian sosial yang aktif dan berdampak.
Pada tahun 2017 – 2018, MPD Peduli dipimpin oleh Dany Indra Permana sebagai Ketua. Baru pada tahun 2018, Ma’ruf Ridho Syahrofi ditetapkan sebagai Ketua Bidang Sosial MPD sekaligus Ketua MPD Peduli. Memasuki tahun 2019, kepengurusan mulai terbentuk lebih rapi dengan susunan: Ma’ruf Ridho Syahrofi sebagai Ketua, Yusmanto Rosyid sebagai Sekretaris, Muhammad Sofei sebagai Bendahara, dan Bayu Prayuda sebagai Desainer,. MPD Peduli juga memiliki dua relawan aktif, yaitu Bapak Setiono Slamet yang mewakili wilayah Magelang, dan Saudara Joko Hendrianto yang mewakili wilayah Gunungkidul. Melalui jejaring relawan inilah berbagai program bantuan sosial, pendidikan, dan kesehatan dapat tersalurkan dengan lebih luas.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan MPD Peduli berkembang pesat. Program yang semula berfokus pada Tebar Sembako dan Wakaf Community kemudian meluas menjadi Tebar Qurban ke daerah pelosok, Buka Puasa Sunnah, serta pembinaan terhadap beberapa masjid binaan yang terus bertambah hingga mencapai tiga masjid. Pertumbuhan ini menunjukkan komitmen MPD Peduli untuk terus memperluas manfaat dan menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
Tonggak penting berikutnya terjadi pada tahun 2021, ketika MPD Peduli resmi berbadan hukum dan ditetapkan sebagai Yayasan MPD Peduli. Susunan pengurus yang ditetapkan pada periode tersebut adalah Maruf Ridho Syahrofi, S.Pi. sebagai Ketua, Muhammad Abdurrahman Mukhlis, S.E. sebagai Wakil Ketua, Muhammad Sofei, S.Pd. sebagai Bendahara, dan Yusmanto Rosyid, S.Pd. sebagai Sekretaris. Sejak saat itu, pengelolaan yayasan dilakukan secara profesional, dengan sistem administrasi dan pelaporan yang lebih tertib serta fokus pada keberlanjutan program.
Setelah menjadi yayasan, berbagai program baru mulai lahir dan berkembang. Pada tahun 2021, MPD Peduli membina satu Masjid Mitra di wilayah Magelang, kemudian pada tahun 2023 kemitraan ini bertambah dengan dua masjid di Kulon Progo. Di tahun yang sama, diluncurkan pula program Tebar Buku dan Kitab yang bertujuan menyebarkan literasi Islam ke berbagai daerah. Tahun 2024 menjadi momen lahirnya dua program sosial unggulan, yaitu Sedekah Air Mineral dan Bantuan Ekonomi untuk masyarakat prasejahtera. Adapun pada tahun 2025, MPD Peduli memperluas kiprahnya melalui program Wakaf Mushaf, yang menyalurkan mushaf Al-Qur’an ke berbagai masjid dan lembaga pendidikan Islam.
Kini, MPD Peduli telah tumbuh menjadi yayasan sosial yang kokoh dengan jaringan relawan, mitra, dan penerima manfaat yang terus bertambah. Dari semangat kecil di lingkungan masjid, MPD Peduli menjelma menjadi lembaga yang berkomitmen untuk menebar kebaikan, memperkuat ukhuwah, dan menumbuhkan budaya peduli di tengah umat.
Pendiri dan Tokoh Penggerak
Yayasan MPD Peduli lahir dari semangat jamaah Masjid Pogung Dalangan (MPD) yang ingin menghadirkan masjid sebagai pusat kemaslahatan umat, bukan hanya tempat ibadah. Di antara tokoh utama yang berperan dalam kelahiran dan perkembangan yayasan ini adalah Ma’ruf Ridho Syahrofi, S.Pi., yang sejak awal mencetuskan ide pembentukan bidang sosial MPD pada tahun 2017 dan terus menjadi motor penggerak utama dalam setiap fase perkembangan lembaga hingga kini.
Selain beliau, sejumlah tokoh turut berkontribusi besar dalam memperkuat fondasi kelembagaan dan arah gerak yayasan. Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc., sebagai Ketua Dewan Pembina, memberikan arahan strategis serta memastikan setiap kegiatan yayasan selaras dengan prinsip-prinsip syariat Islam dan visi masjid sebagai pusat dakwah dan sosial. Dukungan beliau bersama Sulaiman Rasyid sebagai anggota Dewan Pembina turut memperkokoh pijakan spiritual dan kelembagaan yayasan.
Di sisi lain, Dewan Pengawas yang diketuai oleh Sunartono dan beranggotakan Sigit Munjani berperan penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program serta pengelolaan dana umat. Adapun Dewan Pengawas Syariah yang diketuai oleh Yulian Purnama, S.Kom., dengan anggota Dany Indra Permana, S.Si., M.H. dan Bambang Kiswanto, S.Pd.I., M.Pd., berfungsi menjaga agar seluruh aktivitas yayasan berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan nilai keikhlasan.
Para pengurus harian juga menjadi tulang punggung dalam pelaksanaan program di lapangan. Di bawah kepemimpinan Ma’ruf Ridho Syahrofi, S.Pi. sebagai Ketua Umum dan Muhammad Abdurrahman Mukhlis, S.E. sebagai Ketua, didukung oleh Yusmanto Rosyid, S.Pd. sebagai Sekretaris dan Muhammad Ihsan Saksono, S.E. sebagai Bendahara, yayasan terus tumbuh menjadi lembaga sosial yang terorganisir dan profesional.
Kontribusi seluruh tokoh tersebut menjadikan MPD Peduli bukan sekadar lembaga amal, tetapi wadah sinergi jamaah dalam menebar manfaat, menyalurkan amanah umat, dan menghidupkan semangat gotong royong dalam bingkai dakwah sosial Islam.
Perkembangan singkat hingga sekarang
Perjalanan MPD Peduli dapat dilihat sebagai proses bertahap menuju kelembagaan yang semakin matang dan berdampak luas:
Tahun 2017 (Awal Berdiri)
MPD Peduli dicetuskan sebagai bidang sosial Masjid Pogung Dalangan (MPD). Program perdana yang dijalankan adalah Tebar Sembako untuk warga sekitar masjid dan Wakaf Community, yaitu penyaluran bantuan wakaf untuk masjid lain atau masjid binaan.
Tahun 2019 (Penguatan Kepengurusan dan Relawan)
Struktur kepengurusan dibentuk lebih terorganisir dengan Ma’ruf Ridho Syahrofi sebagai ketua, bersama Bayu Prayuda, Yusmanto Rosyid, dan Muhammad Sofei. Dua relawan utama, Setiono Slamet dan Joko Hendrianto, memperluas jangkauan program sosial ke wilayah Magelang dan Gunungkidul.
Tahun 2020 (Perluasan Program Sosial)
Program kegiatan semakin beragam, meliputi Tebar Qurban ke daerah pelosok, Buka Puasa Sunnah, serta pembinaan tiga masjid binaan sebagai bentuk dakwah sosial yang berkesinambungan.
Tahun 2021 (Legalitas dan Transformasi Menjadi Yayasan)
MPD Peduli resmi berbadan hukum sebagai Yayasan MPD Peduli. Dengan pengesahan ini, yayasan mulai dikelola secara profesional, memiliki struktur kepengurusan lengkap, dan fokus pada penguatan tata kelola, administrasi, serta keuangan yang transparan.
Tahun 2021–2023 (Ekspansi Program dan Kemitraan)
Yayasan menambah cakupan kegiatan dengan membentuk Masjid Mitra di Magelang pada tahun 2021, kemudian dua masjid mitra baru di Kulon Progo pada tahun 2023. Di tahun 2023 pula diluncurkan program Tebar Buku dan Kitab untuk mendukung literasi Islam di daerah-daerah.
Tahun 2024 (Penguatan Sosial Ekonomi Umat)
MPD Peduli meluncurkan dua program unggulan: Sedekah Air Mineral dan Bantuan Ekonomi, yang menjadi sarana pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.
Tahun 2025 (Perluasan Amal Jariyah)
Yayasan memperkenalkan program Wakaf Mushaf, menyalurkan mushaf Al-Qur’an ke berbagai masjid dan lembaga pendidikan Islam, memperkuat peran yayasan dalam bidang dakwah dan pendidikan umat.